Responsive Ads Here

Friday, April 20, 2018

Nabi Musa AS Membelah Lautan

Nabi Musa AS Membelah Lautan


Pada waktu itu Bani Israil merupakan kota yang sangat buruk dimana masyarakatnya yang hidup di Bani Israil sangat tertindas, kepemimpinan raja Fir’aun yang sangat kejam membuat masyarakatnya menjadi sangat menderita. Dalam ketakutan yang mendalam masyarakat Bani Israel mulai mempercayai dan sadar bahwa Nabi Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk menolong mereka dari kekejaman Raja Fir’aun, pada saat itulah masyarakat mulai berbondong-bondong datang kepada Nabi Musa, agar mereka bisa keluar dari Mesir. dibawah pimpinan Nabi Musa masyarakat Bani Israil meninggalkan mesir untuk menuju Baitul Maqdis. Karna takut tertangkap oleh Fir’aun dan pengikutnya Nabi Musa bersama ,masyarakat Bani Israil berjalan dengan cepat untuk menuju ke Baitul Maqdis, setelah semalaman melewati padang pasir yang sangat luas akhirnya waktu fajar sudah datang mereka sampai di Tepi lautan merah saat itulah para pengikut Nabi Musa merasakan kecemasan karena jalan di depanya berupa lautan merah yang sangat luas dan mereka kebingungan bagaimana mereka melawati lautan yang sangat luas sedangkan di belakang mereka ada rombongan kaum Fir’aun yang sedang mengejar mereka . dan bila mereka tertangkap hukuman matilah yang akan mereka terima. Disaat kecemasan melanda mereka tiba-tiba salah seorang dari sahabat NAbi Musa yang bernama Yhusa’ bertanya Pada Nabi Musa, Wahai musa bagaimana kita akan melewati lautan yang luas ini tanpa sampan, sedangkan segerombolan kaum Fir’aun sedang mengejar kita, apa yang harus kita perbuat untuk menyelamatkan diri. Nabi Musa menjawab, Janganlah kamu cemas perjalan kami sudah diperintahkan oleh Allah kepadaku dan dialah yang akan memberikan jalan keluar serta menyelamatkan kami dari musuh yang zalim itu. Disaat Fir’aun dan kaumnya mulai mendekat para pengikut Nabi Musa mulai khawatir dan menunggu tindakan dari Nabi Musa yang terlihat sangat tenang. Pada saat itulah turun wahyu allah kepada Nabi-nya dengan perintah agar tongkat yang dibawa oleh Nabi Musa di pukulkan ke air laut, dan tiba-tiba terbelahlah lautan itu, di setiap belahanya seperti perengan-perengan Gunung yang terjal. Segeralah Nabi Musa beserta pengikutnya berjalan di dasar laut yang sudah mengring diantara kedua belahan laut menuju ke ujung timur Laut setelah Nabi Musa dan pengikutnya sampai di ujung timur laut dengan selamat, terlihatlah Fir’aun bersama pengikutnya berjalan di antara bentangan laut tersebut. Kecemasan kembali dirasakan oleh pengikut Nabi Musa, teteapi Nabi Musa telah di Ilhami oleh Allah dengan ketenangan dan menunggu seluruh kaum Fir’aun berada dalam bentangan laut tersebut. Saat sampai di bentangan laut tersebut, Fir’aun mulai menyombongkan diri kepada kaumnya dan berbicara, Lihatlah lautan pun terbelah menjadi dua memberi jalan pada kami untuk mengejar mereka yang melarikan diri, saat mereka sudah jauh dari kedua tepi tiba-tiba laut yang terbelah menjadi dua kembali menutup dan tenggelamlah fir’aun dan pengikutnya, di Akhir hayatnya Fir’aun mengakui bahwa tiada tuhan selain allah, namun itu sudah terlambat.

Sumber:https://sejarahbudaya.com/2017/05/21/nabi-musa-as-membelah-lautan/

No comments:

Post a Comment